Senin, 23 Agustus 2021

Literasi Yuk

Membuat Blog Pribadi

Berliterasi itu mengasyikan lho. Saya tidak akan membahas Literasi itu apa. Kita akan mempraktekan saja langsung. Tak usah membutuhkan waktu cukup lama. Kali ini saya ingin mengajak Anda membuat Blog pribadi untuk menunjang kegiatan apapun yang dilakukan. Asyik kan. Langsung saja mulai yuk.

💜💜

Memulai membuat Blog sederhana 

1. Silakan login dulu ke Blogger.com , lalu perhatikan tampilan gambar. Silakan pilih dan klik created your blog dengan akun google kita.

2. Selanjutnya silakan buat judul Blog anda

3. Masukan URL atau alamat blog anda. Pilihlah kata yang unik atau sesuai keinginan Anda

4 Kemudian jika sudak klik simpan dan selesai.

5. Setelah selesai, silakan menuju ke alamat dashboard dan bisa menjelajahi setiap tombol yang ada disebelah kiri sesuai dengan fungsinya.

Selamat mencoba 👍👌💜 




PUISI SEMBILAN BARIS (SEMARIS)

 (Semaris Bebas)

KOPI TAK DUSTA
Oleh : Whatinurani 


Tirai tersingkap mentari malu-malu menyapa
Secangkir kopi menghalau rindu dipucuk daun merah
Tak perlu sedu sedan itu 
Jika tetesan air menambah riak semakin deras
Sudahi saja manis dalam cangkirmu 
Dia akan meleburkan rasa dalam cumbu rayunya
Nikmati pahitnya diantara gelak tawa yang hambar
Hirup aroma tanpa dusta sedetikpun
Dan dunia tak usah digenggam dalam-dalam


Kota Sejuta Bunga, 5 Juni 2021

 #Semaris Bebas
CINTA SAHAJA
Oleh: Whatinurani 

Seumpama akar dan ranting
Kita menua bersama
Melewati jalan berliku penuh batu
Dari cakrawala bersinar hingga redup membisu

Cintamu seputih melati
Dalam deru dan riuh dunia
Tenang meski gelombang menerjang
Menjaga hatiku agar tak karam
Cintamu utuh sahaja

Kota Sejuta Bunga, 6 Juni 2021


 #Semaris 
SENJA DI AWAL JUNI
Oleh: Whatinurani 

Merona kilau jingga
Memantul pada bening air danau
Lembayung senja diawal juni

Tak rela sedetikpun netra menjauh
Menatap takjub karya agung
Dan senja memelukku penuh haru

Usah pergi duhai surya
Biarkan aku mendekap
Sinarmu meski sesaat

Kota Sejuta Bunga, 7 Juni 2021
[8/6 20:01] WigatiHN Binti Saeran: #Semaris
SUDAHI
Oleh: Whatinurani 

Tak perlu berbasa basi
Kami sudah jengah 
Dengan segala janji

Sudahi permainan ini
Simpan ambisimu sendiri
Berpikirlah dengan nurani

Banyak yang meski dibenahi
Rakyat menjerit dalam hati
Tak ada jaminan esok hari

Kota Sejuta Bunga, 8 Juni 2021

MERAH PUTIH
Whatinurani 

Semarak warna warni
Bagi bumi pertiwi

Meski duka belum sirna
Dan celoteh anak negeri mengangkasa
Kapan kami bersuka cita

Negeriku, ayo bangkit
Jiwa raga kami tetap merah putih
Bersemayam didada tak lekang jaman
Meski nyawa kupertaruhkan

Kota Sejuta Bunga, 1 Agustus 2021



Rabu, 02 Juni 2021

Putiba

#Menulis Hari Ke-2
Tak Bisa
(Putiba)

Berbicara tak ingin mendengar
Menuntut tanpa bisa menerima
Bahkan melihat cinta kau tak bisa

Kota Sejuta Bunga, 2 Juni 2021

Selasa, 01 Juni 2021

Puisi Hujan

#Menulislagi
# Hari Ke-1(30)
(Sumber gambar: Google)
Hujan Di awal Juni
(Puisi)

Jangan percaya langit biru 
Bila hujan datang
Bahkan awan hitam tak jua nampak
Itulah hujan di awal juni

Pada kemarau seharusnya ia bersandar
Bersama kering daun akasia
Tapi hujan tetaplah tiba
Menemani hari tak pernah diharap

Kota Sejuta Bunga, 1 Juni 2021

Kamis, 25 Maret 2021

Harapan Vs Kenyataan

Harapan Vs Kenyataan 
Dulu sekali, ketika masih usia sekolah sering gak sih ditanya cita-cita. Pasti pernah ya. Mungkin sejak kecil, orang tua, guru bertanya seperti itu. Lalu aku jawab ini, itu cita-citanya. Banyak sekali yang disebutkan.  Sampai akhirnya takdir mempertemukan dengan kondisi yang sekarang.

Cita-cita tak lepas dengan harapan individu. Dan tidak ada seorangpun yang mempunyai harapan yang tidak baik. Misalnya, cita-cita pekerjaan. Pasti menginginkan pekerjaan dengan penghasilan yang besar, agar hidupnya mapan. Cita-cita tentang pasangan. Juga harapannya agar mendapat pasangan yang cantik, atau ganteng, saling mencintai, saling sayang, sabar, ngemong dan sederet harapan yang baik-baik. Demikian juga harapan lain yang berhubungan dengan kehidupannya. Menginginkan yang sempurna. Wajar tidak ya. Tentu saja wajar sekali sebagai manusia yang normal.

Seiring berjalannya waktu, eh tahu-tahu sudah 50 tahun umurku. Sudah tua ternyata. Lalu kemana cita-cita yang dahulu. Yang mengjnginkan serba sempurna. Kalau kenyataan yang dihadapi sekarang tidak sesuai harapan. Tidak sesuai ekspetasi istilahnya. Tetapi toh, aku masih hidup, dan masih diberi nikmat sehat oleh Allah. Jadi ya, cita-cita dan harapan yang ideal itu tinggal kenangan. Sekarang yang terpenting menjalani hidup yang sungguh indah ini.

Cita-cita terbesar saat ini adalah Kesehatan. Baik sehat jasmani maupun rohani.  Karena dengan tubuh yang sehat bisa melakukan aktivitas yang diinginkan. Masih bisa ke sekolah, mengajar kalau yang berprofesi guru sepertiku. Bisa berkarya dan bermanfaat untuk orang lain diusia senja itu sungguh membahagiakan. Demikian juga dengan sehat rohani yang masih dirasakan. Bukankah ini cita-cita yang sesungguhnya.

Jadi sekarang bukan saatnya berharap yang terlalu tinggi. Sudah ada generasi dibawah kita bukan. Biarkan mereka yang mengambil peran. Kita generasi usia 50-an memberi arahan saja. Kita juga bekerja sesuai kemampuan. Kalau sekarang dituntut pemanfaatan Informasi Tekhnologi yang tinggi, ya belajar  mengikuti. Tidak usah ngoyo terlalu dipikirkan. 

Saatnya menghadapi kenyataan sehari-hari. Dengan segala kemampuan yang dimiliki. Semoga tetap bisa berkarya dan bermanfaat bagi orang lain. 

#Dalam Catatan Menjemput Senja

Kota Sejuta Bunga, 26 Maret 2021

Rabu, 24 Maret 2021

Jatuh Lagi Remidi Lagi

Jatuh Lagi Remidi Lagi
#Tagur Hari Ke-1

Hari Selasa, 23 Maret 2021 semestinya Tantangan Gurusiana saya memasuki hari ke-83. Tetapi ternyata saya lupa. Benar-benar lupa. Baru ingat setelah jam 03.00, keesokan harinya. Subhanallah, kenapa saya bisa kelupaan. Padahal tulisan sudah ada, tetapi belum saya upload. 

Ini menjadi pengingat bagi saya. Untuk lebih disiplin dalam menulis dan langsung menanyangkannya. Harus menyediakan waktu khusus, sehingga tidak tertinggal lagi dalam penayangan. Sebisa mungkin waktunya pagi sampai siang saja. Karena batas penayangan di gurusiana jam 23.59. Semoga dengan niat ini tidak terlewatkan lagi saat menayangkan tulisan.

Setelah sehari berpikir dan menimbang-nimbang, akhirnya saya putuskan untuk menulis dan mengikuti Tantangan lagi. Sebelumnya saya tetap membaca berbagai Tulisan teman-teman gurusianer. Mencoba mencari teman yang sudah jatuh dari tangga yang lumayan tinggi, tetapi tetap semangat lagi untuk menulis.

Ini mungkin remidi saya yang ke-5 kali. Sedih pastinya, karena tulisan sudah sampai hari ke-82. Tetapi entah mengapa saya tetap menulis. Dan saya akan tetap mengikuti Tantangan Menulis Gurusiana setiap hari. Meskipun dimulai lagi hari ke-1. Bagi saya, tak masalah. Karena, memang menulis sekarang ini sudah menjadi habit, kebiasaan. Rasanya ada yang kurang jika belum menulis.

Saya juga mempunyai pedoman, menulis setiap hari itu sarana berlatih ketrampilan. Dan tulisan yang tersimpan di Blog ini bisa sebagai tabungan. Saatnya nanti diperlukan, bisa diambil lagi untuk dijadikan buku. Bisa buku Antologi ataupun buku Tunggal. Semoga kelak bisa membuat buku Tunggal lagi. 

Kota Sejuta Bunga, 25 Maret 2021

Catatan Bu Guru

Catatan Bu Guru Sudah lewat dua minggu Sekolah dengan PTM full seratus persen. Wajah-wajah ceria dan sumigrah di kelas nampak dari raut muka...