Selasa, 05 Januari 2021

GAWAI ( Puisi )

G A W A I

Tak lepas tangan padanya
Pagi
Siang 
Malam

Rasa resah tak bersamanya
Dijalan
Dirumah
Dikantor

Terus ingin melihatnya
Saat makan
Saat duduk
Saat tidur 

Ada Gawai  
hilanglah resah
Saudara hilang 
Tak jadi masalah

Ada gawai 
Lenyaplah gelisah
Ada gawai
Semuanya berubah 

Whatinurani, 4 Januari 2020

Hujan Di Januari

Hujan di Januari

Kutuliskan satu kata
Dirinai hujan Januari
Saat mata menatap rintiknya
Saat jemari menggeggam dinginnya
Saat kata itu tak pernah mampu kusebut
Rindu

Kueja detik demi detik tetesan hujan di Januari
Ada seuntai harum 
Bermekar direlung hati
Menyusup pada hembusan nafas
Meninggalkan satu kata
Kenangan

Kusimak kiasan pesan 
Pada derainya
Pada tanda alam yang samar kubaca
Mencoba  memakna arti

Kubertafakur merenung diri
Mencoba menyelami
Arti hujan yang memberi 
Satu kata indah 
Kusebut itu
Cinta

Whatinurani, 3 Januari 2020

Sabtu, 02 Januari 2021

Jurus jitu cara pulang

Jurus jitu cara pulang

Terkadang mempunyai sifat pendiam itu tidak mengenakan. Seperti hari ini yang kualami. Kami berdua, aku dan bu Nina yang orangnya banyak bicara bersilaturahmi ke rumah teman yang beberapa hari lalu sembuh dari sakit. Sepanjang bertamu, bu Nina mendominasi pembicaraan. Yang dibicarakan banyak sekali oleh bu Nina. Mulai dari kegiatan di lingkungan tempatnya tinggal. Sampai pada bisnis dan kekayaan yang dimiliki.

Aku bukannya iri, tapi bosan saja mendengar cerita darinya yang sering diulang-ulang. Setiap lawan bicara menanggapi langsung dijawab panjang kali lebar sama bu Nina. Aku semakin tidak enak dengan tuan rumah, karena kita kan sedang bertamu. Aku kasih kode sama bu Nina untuk berpamitan. Eh, dianya pura-pura tidak tahu. Masih asyik saja menyambung pembicaraan. Disana kami sudah satu setengah jam lebih. Sampai sudah disuguhi makan besar juga. Aku semakin bosan mendengar pembicaraan bu Nina. Kulihat tuan rumah juga tidak enak hati. Mau menyuruhnya pulang jelas tidak beretika. Akhirnya aku punya inisiatif bagaimana agar bu Nina mau segera pulang.

"Kriggggggg,"terdengar  nada panggilan di gawaiku berbunyi. Segera saja kuangkat telpon itu. Sengaja ku stel mode on pada speakernya.
"Haloo bu, bisa segera kekantor, ada klien yang menunggu ibu. Katanya penting,"
"Baik pak, saya segera kesana,". Dan tanpa babibu lagi segera aku berpamitan pulang yang diikuti oleh bu Nina. Rupanya jurus jituku berhasil, WA temanku supaya pura-pura meneloponku untuk segera pulang. 

Whatinurani, 2 Januari 2020
(Sebuah Pentigraf)
#Hari Ke-2
#MenulisMeninggalkanJejak
#CintaLierasi 

Jumat, 01 Januari 2021

Selamat Datang 2021

#Hari Ke-1
#MenulisMeninggalkanJejak
#CintaLiterasi

Selamat Datang 2021

Malam Tahun baru 2021 berbeda dengan pergantian  tahun sebelumnya. Malam tadi nampak biasa-biasa saja. Bahkan nampak sepi. Rupanya sebagian orang sudah menyadari dan melaksanakan himbauan Pemerintah untuk merayakan Tahun Baru dirumah saja.

Demikian juga dengan saya. Boleh dikatakan keluarga kecil kami tak pernah merayakannya. Paling banter menonton Kembang Api di pusat kota. Itupun kalau cuaca sedang bersahabat. Kalau hujan, jangankan untuk keluar rumah, beranjak dari tempat tidur saja rasanya malas. Jadilah anjuran untuk bermalam tahun baru dirumah bukan menjadi sesuatu yang menyengsarakan bagi saya.

Tahun baru identik dengan Resolusi. Dan entah mengapa saya tidak pernah pasang target yang muluk-muluk. Prinsip saya, hari ini lebih baik dari kemarin. Jadi lakukan saja segala sesuatunya sebaik-baiknya. Semaksimal yang bisa dilakukan. 

Seperti halnya  dengan Menulis sampai cita-cita bisa memiliki buku, baik buku Tunggal maupun buku Antologi. Sebelumnya tidak pernah terbayangkan. Alhamdulillah, tahun 2020 bisa menghasilkan satu karya buku Tunggal dan dua buku Antologi.

Hari ini memantapkan diri mulai lagi mengikuti Tantangan Menulis Gurusiana. Tidak ada yang terlambat bukan untuk memulai sesuatu yang diyakini kebenarannya. 

Berharap 2021 ini mempunyai karya yang lebih dibandingkan 2020. Semoga bisa Istiqomah, itu saja.

Whatinurani, 1 Januari 2021

Minggu, 12 Juli 2020

Kau datang


Kau Datang

Entah sudah berapa purnama kita tak bertemu. Dalam untaian rindu, diam saling menunggu. Tak ada setitik kabar, tiba-tiba kau datang mengetuk relung hatiku yang hampir membeku.

#Tatika
#Tagur Gurusiana Hari ke 1

Lembah Hijau, 10 Juli 2020
https://wigatihatinurani073421.gurusiana.id/article/2020/7/kau-datang-4463067

Kamis, 30 April 2020

May day, Hari Buruh Internasional

Whatinurani

May Day, Hari Buruh Internasional 

Biasanya, hari ini 1 Mei  diperingati sebagai Hari Buruh Internasional. Diberbagai negara, termasuk di Indonesia para buruh dan pekerja sering menggelar aksi. Entah itu berupa orasi, gerakan turun ke jalan bahkan sering juga Demonstrasi. Menyuarakan aspirasi dan segala keluh kesah seputar pekerja dan dunia kerja pada umumnya.

Tetapi tahun ini, ditengah Pendemi Covid-19 yang melanda di hampir seluruh negara di dunia nampaknya hal serupa tidak dilaksanakan. Pun demikian di Indonesia. Apakah akan ada kegiatan yang berkaitan dengan Hari Buruh internasional itu. Kita lihat dan tunggu berita seharian nanti di Televisi dan Mediamasa.

Tadi pagi, sekitaran jam 4 dini hari bersamaan makan sahur saya menyaksikan acara di stasiun TV swasta. Jendela Ramadan Indonesia nama acaranya. Dipandu Host yang sangat populer Dedy Corbuzier. Mengangkat tema Dampak Pendemi Covid-19 bagi para pekerja. Dengan bintang tamu Budi Santoso dan Andi Gani Nena Wea.

Budi Santoso merupakan seorang karyawan sebuah Restoran kenamaan di Jakarta. Ia dan beberapa teman sesama pekerja di PHK  oleh perusahaan tempatnya bekerja. Budi Santoso tidak mempersoalkan kenapa dia di PHK. Ia bahkan memaklumi karena Restoran tersebut sangat drastis turun omzetnya. Akibat dari sepinya penjualan berdampak keadaan karena Pandemi Corona. Sehingga tak pelak harus memPHK-kan dan merumahkan karyawan. Bayangkan omzet sehari yang biasanya 30 sampai 40 jt rupiah menjadi sekitar 5 sampai maksimal 10 jt rupiah sehari. Sungguh pukulan yang sangat berat. Kini, Budi terpaksa menjalani pekerjaan Ojek Online yang juga tak tentu penghasilannya.

Andi Gani Nena Wea merupakan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh indonesia (KSPSI). Dalam wawancaranya dengan Dedy Corbuzier,  Andi Gani mengatakan kalau ditengah Pendemi ini, KSPSI tidak akan melakukan orasi ataupun gerakan turun ke jalan dan semacamnya. Melainkan akan menggantikannya dengan kegiatan yang sifatnya sosial. Kita semua sebagai pekerja dan sebagai warga negara sudah saatnya untuk bergotong royong, bahu membahu untuk mengatasi dampak dari wabah corona. Khususnya dampak yang ditimbulkan di sektor ekonomi. Terlebih yang paling merasakan adalah para pelaku di bidang usaha baik perusahaan berskala besar maupun para pekerja atau buruh itu sendiri.

Ketiadaan bahan baku, daya beli masyarakat dan pasar yang rendah menjadi penyebab terpuruknya sektor usaha. Tetapi yang lebih penting dari itu keselamatan dan kesehatan pekerja. 

Selamat memperingati Hari Buruh Internasional. Semoga Pandemi ini segera berlalu.

Gedang Asri, 1 May 2020

Rabu, 15 April 2020

Terkirim Sudah znaskshki

Terkirim Sudah Naskahku 

#Tantangan Menulis Hari Ke-18

Whatinurani

Siang ini lega rasanya. Naskah Lomba Puisi dengan tema Pendidikan dan Literasi yang digagas oleh Mediaguru berhasil saya kirim. 

Sebenarnya saya menulis sudah sejak kemarin  senin 14 April 2020. Kemarin sudah berusaha mengirim naskah, tetapi gagal terus. 

Kegagalan mengirim naskah lebih disebabkan masalah teknis. Apalagi kalau bukan kelemahanku dalam bidang IT. Harap maklum ya karena faktor u (baca usia). Walaupun saya tidak terlalu  gaptek sih. Tetapi tetap harus terus belajar. 

Beruntung ada anakku yang siap membantu. Terutama masalah upload dan segala yang berhubungan dengan Tehnologi Informasi. 

Disamping perlu jam terbang  menulis, memang saya harus terus mengupgrade diri kemampuan IT. Dengan mencoba sendiri,   bertanya dan mempraktekkan setiap kesulitan mudah-mudahan kemampuan diri terus bertambah. Yang penting tidak perlu malu bertanya dan belajar, itu saja prinsipku.

Baiklah, menutup kelegaanku karena sudah berhasil mengirim naskah aku mau istirahat sejenak ditemani bantal dan guling. Dengan tetap berdoa semoga naskah puisiku bisa masuk dalam Antologi Puisi Pendidikan dan Literasi. Tetap semangat diriku.

Gedang Asri, 15 April 2020

Catatan Bu Guru

Catatan Bu Guru Sudah lewat dua minggu Sekolah dengan PTM full seratus persen. Wajah-wajah ceria dan sumigrah di kelas nampak dari raut muka...