Minggu, 31 Juli 2022

Catatan Bu Guru

Catatan Bu Guru

Sudah lewat dua minggu Sekolah dengan PTM full seratus persen. Wajah-wajah ceria dan sumigrah di kelas nampak dari raut muka para siswa. Sekolah dengan jadwal yang padat merayap dari jam 7 hingga jam 4 mungkin lebih. Tak menyurutkan antusias siswa untuk belajar di sekolah. Tentu saja yang bersungguh-sungguh ingin sekolah. Karena ada juga lho siswa yang sudah ijin entah karena keperluan atau sakit atau bahkan tak ijin alias alpha.

Kalau dipikir alasannya karena sakit, tanpa diminta sudah menyertakan surat ijin dari orang tua. Atau surat dari dokter puskesmas, klinik dan pelayanan kesehatan lainnya. Tapi ada juga lo yang dengan santainya tanpa berkabar kepada sekolah ketika tak masuk. Bahkan beberapa waktu lalu, orang tua ada yang telepon ke Walikelas karena anaknya sudah 4 hari tidak pulang ke rumah setelah pamit berangkat sekolah. Duuhhh...

Diakui atau tidak, pandemi Covid yang hampir dua tahun lamanya telah menggeser kebiasaan hampir segala bidang kehidupan. Termasuk juga di bidang pendidikan. Dalam hal ini kebiasaan siswa. Bisa jadi gurupun juga begitu. Terkena dampaknya. 

Para siswa harus dibangunkan dari tidur panjangnya. Tidur karena kondisi pandemi yang merubah dari kebiasaan sehari-hari. Biasanya bangun tidur tidak dikejar waktu. Sekolah tidak mandi pun bisa, sambil rebahan di kamar rumahnya. Nah sekarang, pagi-pagi harus bersiap untuk aktifitas sekolah seharian. Kebiasaan lama yang sempat ditinggalkan harus mulai dilakukan lagi. Dan itu butuh waktu juga untuk pembiasaan. Butuh proses lagi.

So, bapak ibu guru harus lebih sabar ya, membangkitkan kebiasaan ini lagi. Melihat presensi terisi penuh, itu sudah bersyukur. Melihat siswa lambat, tidak sat set saat proses pembelajaran  juga harus bersabar.  Melihat siswa hanya seperti mematung,  diam seribu bahasa. Ditanya diam tidak ditanya apa lagi. Duuhhh.

Memasang target terlalu tinggi untuk siswa. Itu ideal sih menurut saya, tetapi realita jangan dilupakan. Ibaratnya nih, baru terbangun dari tidur panjangnya, ya harus pelan-pelan mengajak berjalan. Tidak usah diajak berlari. Nanti malah jatuh, jadi berabe kan.

Begitupun memulai proses pembelajaran, dimasa setelah siswa dalam waktu lama tidak pertemuan tatap muka di kelas. Tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para guru untuk menumbuhkan kembali kebiasaan-kebiasaan yang telah lama ditinggalkan. Misalnya ketika memulai pelajaran, guru menyapa dengan mengucapkan salam. Assallamuaikum atau Selamat pagi. Siswa masih terkaget kaget, ternyata ada yang menyapa. Selama ini di rumah tidak ada orang tua yang menyapa atau siswa sendiri tidak memulai untuk menyapa. Ini contoh kecil saja, bagian untuk membentuk karakter siswa. Tetapi memang butuh pembiasaan yang terus menerus.

Pembentukan karakter yang lain juga perlu pembiasaan. Ketika proses pembelajaran berlangsung, bagaimana siswa mendengarkan, menyimak, bertanya kepada guru dan sikap berinteraksi sesama teman. Jangan salah ya, meskipun sudah sekolah hingga setingkat SMK yang artinya sudah sekolah lebih dari 9 tahun, menumbuhkan dan membentuk karakter harus terus dilakukan. Untuk itu perlu pembiasaan yang terus menerus. Semoga akan terbentuk insan pelajar dengan karakter yang baik dan kuat dan menjujungnya hingga sampai mereka nanti lulus dari Sekolah.

Selesai.
( Menumbuhkan Kebiasaan Sekolah setelah Pandemj Covid)

Sejuta Bunga, 31.07.2022

Minggu, 19 Juni 2022

Puisi

ADA Ε”INDU 
: Whatinurani 

Ada rindu
Di rerantingan cemara
Ada rindu 
Di dahan-dahan tak berkata
Ada rindu
Di hati yang terpaut jarak
Ada rindu
Di jalan yang pernah kita lewati bersama
Ada Rindu
Di lorong tempat kita bercerita 
Ada rindu
Di masa kanak-kanak kita
Ada rindu
Yang kita kenang meski tak terulang

Sejuta Bunga, 19.06.2022
πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’πŸ’πŸ˜˜πŸ˜˜

Senin, 23 Agustus 2021

Literasi Yuk

Membuat Blog Pribadi

Berliterasi itu mengasyikan lho. Saya tidak akan membahas Literasi itu apa. Kita akan mempraktekan saja langsung. Tak usah membutuhkan waktu cukup lama. Kali ini saya ingin mengajak Anda membuat Blog pribadi untuk menunjang kegiatan apapun yang dilakukan. Asyik kan. Langsung saja mulai yuk.

πŸ’œπŸ’œ

Memulai membuat Blog sederhana 

1. Silakan login dulu ke Blogger.com , lalu perhatikan tampilan gambar. Silakan pilih dan klik created your blog dengan akun google kita.

2. Selanjutnya silakan buat judul Blog anda

3. Masukan URL atau alamat blog anda. Pilihlah kata yang unik atau sesuai keinginan Anda

4 Kemudian jika sudak klik simpan dan selesai.

5. Setelah selesai, silakan menuju ke alamat dashboard dan bisa menjelajahi setiap tombol yang ada disebelah kiri sesuai dengan fungsinya.

Selamat mencoba πŸ‘πŸ‘ŒπŸ’œ 




PUISI SEMBILAN BARIS (SEMARIS)

 (Semaris Bebas)

KOPI TAK DUSTA
Oleh : Whatinurani 


Tirai tersingkap mentari malu-malu menyapa
Secangkir kopi menghalau rindu dipucuk daun merah
Tak perlu sedu sedan itu 
Jika tetesan air menambah riak semakin deras
Sudahi saja manis dalam cangkirmu 
Dia akan meleburkan rasa dalam cumbu rayunya
Nikmati pahitnya diantara gelak tawa yang hambar
Hirup aroma tanpa dusta sedetikpun
Dan dunia tak usah digenggam dalam-dalam


Kota Sejuta Bunga, 5 Juni 2021

 #Semaris Bebas
CINTA SAHAJA
Oleh: Whatinurani 

Seumpama akar dan ranting
Kita menua bersama
Melewati jalan berliku penuh batu
Dari cakrawala bersinar hingga redup membisu

Cintamu seputih melati
Dalam deru dan riuh dunia
Tenang meski gelombang menerjang
Menjaga hatiku agar tak karam
Cintamu utuh sahaja

Kota Sejuta Bunga, 6 Juni 2021


 #Semaris 
SENJA DI AWAL JUNI
Oleh: Whatinurani 

Merona kilau jingga
Memantul pada bening air danau
Lembayung senja diawal juni

Tak rela sedetikpun netra menjauh
Menatap takjub karya agung
Dan senja memelukku penuh haru

Usah pergi duhai surya
Biarkan aku mendekap
Sinarmu meski sesaat

Kota Sejuta Bunga, 7 Juni 2021
[8/6 20:01] WigatiHN Binti Saeran: #Semaris
SUDAHI
Oleh: Whatinurani 

Tak perlu berbasa basi
Kami sudah jengah 
Dengan segala janji

Sudahi permainan ini
Simpan ambisimu sendiri
Berpikirlah dengan nurani

Banyak yang meski dibenahi
Rakyat menjerit dalam hati
Tak ada jaminan esok hari

Kota Sejuta Bunga, 8 Juni 2021

MERAH PUTIH
Whatinurani 

Semarak warna warni
Bagi bumi pertiwi

Meski duka belum sirna
Dan celoteh anak negeri mengangkasa
Kapan kami bersuka cita

Negeriku, ayo bangkit
Jiwa raga kami tetap merah putih
Bersemayam didada tak lekang jaman
Meski nyawa kupertaruhkan

Kota Sejuta Bunga, 1 Agustus 2021



Rabu, 02 Juni 2021

Putiba

#Menulis Hari Ke-2
Tak Bisa
(Putiba)

Berbicara tak ingin mendengar
Menuntut tanpa bisa menerima
Bahkan melihat cinta kau tak bisa

Kota Sejuta Bunga, 2 Juni 2021

Catatan Bu Guru

Catatan Bu Guru Sudah lewat dua minggu Sekolah dengan PTM full seratus persen. Wajah-wajah ceria dan sumigrah di kelas nampak dari raut muka...