Whatinurani
May Day, Hari Buruh Internasional
Biasanya, hari ini 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Internasional. Diberbagai negara, termasuk di Indonesia para buruh dan pekerja sering menggelar aksi. Entah itu berupa orasi, gerakan turun ke jalan bahkan sering juga Demonstrasi. Menyuarakan aspirasi dan segala keluh kesah seputar pekerja dan dunia kerja pada umumnya.
Tetapi tahun ini, ditengah Pendemi Covid-19 yang melanda di hampir seluruh negara di dunia nampaknya hal serupa tidak dilaksanakan. Pun demikian di Indonesia. Apakah akan ada kegiatan yang berkaitan dengan Hari Buruh internasional itu. Kita lihat dan tunggu berita seharian nanti di Televisi dan Mediamasa.
Tadi pagi, sekitaran jam 4 dini hari bersamaan makan sahur saya menyaksikan acara di stasiun TV swasta. Jendela Ramadan Indonesia nama acaranya. Dipandu Host yang sangat populer Dedy Corbuzier. Mengangkat tema Dampak Pendemi Covid-19 bagi para pekerja. Dengan bintang tamu Budi Santoso dan Andi Gani Nena Wea.
Budi Santoso merupakan seorang karyawan sebuah Restoran kenamaan di Jakarta. Ia dan beberapa teman sesama pekerja di PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja. Budi Santoso tidak mempersoalkan kenapa dia di PHK. Ia bahkan memaklumi karena Restoran tersebut sangat drastis turun omzetnya. Akibat dari sepinya penjualan berdampak keadaan karena Pandemi Corona. Sehingga tak pelak harus memPHK-kan dan merumahkan karyawan. Bayangkan omzet sehari yang biasanya 30 sampai 40 jt rupiah menjadi sekitar 5 sampai maksimal 10 jt rupiah sehari. Sungguh pukulan yang sangat berat. Kini, Budi terpaksa menjalani pekerjaan Ojek Online yang juga tak tentu penghasilannya.
Andi Gani Nena Wea merupakan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh indonesia (KSPSI). Dalam wawancaranya dengan Dedy Corbuzier, Andi Gani mengatakan kalau ditengah Pendemi ini, KSPSI tidak akan melakukan orasi ataupun gerakan turun ke jalan dan semacamnya. Melainkan akan menggantikannya dengan kegiatan yang sifatnya sosial. Kita semua sebagai pekerja dan sebagai warga negara sudah saatnya untuk bergotong royong, bahu membahu untuk mengatasi dampak dari wabah corona. Khususnya dampak yang ditimbulkan di sektor ekonomi. Terlebih yang paling merasakan adalah para pelaku di bidang usaha baik perusahaan berskala besar maupun para pekerja atau buruh itu sendiri.
Ketiadaan bahan baku, daya beli masyarakat dan pasar yang rendah menjadi penyebab terpuruknya sektor usaha. Tetapi yang lebih penting dari itu keselamatan dan kesehatan pekerja.
Selamat memperingati Hari Buruh Internasional. Semoga Pandemi ini segera berlalu.
Gedang Asri, 1 May 2020